Kita pernah mencoba peruntungan untuk mencari produsen sarung dengan jumlah banyak dan harga murah di masa-masa sebelum kampanye pada saat itu. Kita sama-sama terjebak Bersama. Entah di pihak ke berapa kita berada, yang pasti kejadian itu sudah menjadi lelucon di antara kita.
Pada momen pertemuan pertama November itu, saya kira Bapak adalah sosok yang galak dan menyeramkan, tetapi tidak. Kita langsung mengobrol membahas motor pada saat itu. Saya merasa berhasil bisa mengobrol akrab dengan Bapak, walaupun suara Bapak terkadang kurang jelas di gendang telinga saya.
Terima kasih sudah pernah menyambut saya, terima kasih sudah mendampingi perjuangan kami, menemani hingga kami berhasil menorah tinta emas saat itu. Saya bersaksi bahwa Bapak orang baik, selalu terdepan saat salat berjamaah subuh. Mohon maaf saya pada akhirnya tidak bisa membalas semua budi Bapak.
Allahummagfirlahu warhahmu wa’afihi wa’fuanhu.

