Waktu zaman sebelum secanggih sekarang ini, menonton pengajian digital lebih sering melalui kaset DVD. Saya ingat betul waktu itu kaset pengajian yang diputar almarhum kakek saya adalah pengajian Ki Joko Goro-Goro. Kiai itu memiliki gaya unik dalam menyampaikan dakwahnya, yaitu dengan memakai properti wayang dan musik dangdut untuk mendukung pesan yang ingin disampaikannya. Gayanya yang santai dan pembawaan yang humoris membuat jamaahnya ikut larut dalam isi ceramahnya.
Salah satu pesan yang masih saya ingat dari beliau adalah doa agar tidak berat ketika bangun di waktu subuh.
“Allahumma.”
“Pekso.”
Begitu katanya. Untuk bangun di waktu yang nyaman untuk tidur adalah hal yang sangat berat dan menyebalkan. Makanya untuk melakukan itu tiada lain adalah dengan memaksa.
Memaksa bisa berarti mengerjakan sesuatu yang diharuskan walaupun tidak mau. Melakukan hal yang tidak kita mau itu rasanya berat, bukan?
Dalam beberapa momen, kita perlu kemampuan untuk memaksa. Memaksa bangkit dari tempat tidur untuk mulai beraktivitas, memaksa diri membuka laptop untuk memulai mengerjakan tugas, memaksa menabung di awal gajian agar tidak habis duluan, atau memaksa mengungkapkan perasaan yang selama ini sulit untuk diungkapkan.
Selamat memaksa.

